Rabu, 21 Desember 2011

Perkampungan Adat Ciptagelar

Ketertarikan dan kekaguman saya akan ke indahan dan kearifan sebuah Perkampungan adat Ciptagelar yang saya kunjungi beberapa waktu lalu, membuat saya ingin berbagi sedikit tentang apa yang saya ketahui mengenai perkampungan adat Ciptagelar ini. Ciptagelar Adalah sebuah perkampungan adat yang ada di kawasan Kabupaten sukabumi, untuk menunuju perkampungan adat ini dibutuhkan kondisi badan yang fit, dikarenakan letak dan lokasinya berada di puncak perbukitan, dan kondisi jalannya yang hancur dan tidak memungkinkan untuk mobil yang bukan doubel gardan untuk menempuh jalan tersebut. Perkampungan ciptagelar dipimpim oleh seorang kepala adat yang sistem pemerintahannya secara turun temurun, kepala adat yang ada di Ciptagelar biasa di panggil “Abah” . Kepala Adat sangatlah di hormati disana, serta biasa juga di jadikan sebagai tolak ukur untuk menentukan sesuatu, misal ketika para mayarakat yang ada di Ciptagelar ingin menanam padi di sawah, mereka tidak boleh mendahului Seorang Kepala Adat (Abah), Karena rasa kepercayaan mereka kepada para leluhur mereka masih sangatlah kuat sehingga mereka menganggap seorang Kepala Suku, adalah perantara mereka (masyarakat) kepada para leluhur mereka.
Adat dan istiadat serta budaya masih sangat kental disana, ketika kita mengunjungi perkampungan adat ciptagelar kita disana harus menggunakan ikat kepala, yang bermotifkan batik,sebagai rasa penghormatan kita kepada para masyarakat yang ada disana, serta pengikat kepala tersebut bukan sembarang pengikat kepala tetapi ada makna dan artinya. Selain itu pula nasi dan beras yang ada disana tidak boleh diperjual belikan, karena menurut kepercayaan masyarakat disana, beras adalah bahan pokok utama didalam kehidupan. Ciptagelar juga termasuk daerah yang sering dikunjungi oleh para pelajar sebagai lokasi penelitian, dikarenakan kondisi alam dan kondisi masyarakatnnya yang sangat tepat di jadikan tempat penelitian. Dan tempat ini bukan hanya dijadikan kawasan penelitian tetapi juga di jadikan kawasan rekreasi dan kunjungan berkala, karena di ciptagelar ini memiliki acara tahunan yang di kenal dengan seserahan yang biasannya berlangsung pada bulan Agustus.
Globalisasi pada zaman sekarag ini sudahlah merambat di sekala bidang dan tempat, tidak terkecuali Ciptagelar, walaupun lokasi daerah ini berada di atas perbukitan (pedalaman) tetapi teknologi tidak terelakan disini, dan bahkan bisa dikatakan kemajuan teknologi disisni sudah bisa menyainggi daerah yang ada di pekotaan. Seperti contoh Cipta gelar sudah mempunyai Hostpot sendiri, sudah memiliki Channel Televisi sendiri “CIGA TV” sudah ada aliran Listrik Tenaga Air dan Saluran Radio sendiri. Jika kita bayangkan sungguh luar biasa daerah pedalaman yang masih kental dengan adat dan istiadatnya, sudah memiliki teknologi yang sedemikian cangihnya.
Selain itu, sikap ramah tamah, sopan santun, dan toleransi masih sangatlah kuat disana,ketika pada suatu saat saya dan teman teman mengadakan Penelitian Lapangan Siswa (PLS) 18 s/d 20 Desember 2011 SMA Hayatan Thayyibah Kota Sukabumi kecipta gelar, mempunyai prinsip “jangan salah ngomong”. Mengapa kita mempunyai prisip demikian,semua itu karena kebaikan dan welcomenya masyarakat di ciptagelar. Salah ngomong kita artikan sebagai, jangan banyak permintaan dan kehendak, karena masyarakat disana ketika kita mengingginkan sesuatu (dibatas kemampuan mereka) pasti mereka langsung penuhi walaupun permintaan dan kehendak tersebut bukanlah kita utarakan kepada masyarakat tersebut. Saya hanya berharap semoga ketika saya mengunjungi perkampungan Ciptagelar ini lagi, Kesan saya terhadap kondisi dan situasi akan sama ketika saya menulis postingan ini.

0 komentar:

Posting Komentar

Kritik Yang Membangun